EKSPOSJATIM.ID
Daerah Ekbis Headline Indeks Berita Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik

Dinkes Kota Surabaya Memberikan Sosialisasi KIPI, Kepada KSH Di Wilayah Kelurahan Kebraon

Kader Surabaya Hebat (KSH) Kelurahan Kebraon saat mengikuti sosialisasi KIPI di Pendopo Kelurahan Kebraon

Surabaya,eksposjatim.id-Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan, UPTD Puskesmas Kedurus Kota Surabaya, memberikan Sosialisasi Pelaporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) kepada Kader Surabaya Hebat (KSH) Kelurahan Kebraon di Pendopo Kantor Kelurahan Kebraon, Rabu (27/09/2023).

Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Lurah Kebroan yaitu Bapak Mualim yang menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan Pertemuan Kader Surabaya Hebat di wilayah Kelurahan Kebraon yang terdiri dari 13 RW, 74 RT dengan KSH sejumlah 217 Kader.

Diselenggarakannya kegiatan sosialisasi, menurut Bpk Muallim, akan menambah wawasan kepada Kader Surabaya Hebat yang bukan hanya sebatas sebagai petugas posyandu saja.

“Pertemuan kali ini diharapkan bisa menambah wawasan bagi KSH yang ada di wilayah Kelurahan Kebraon,” ucapnya.

Bapak Mualim selaku Lurah Kebraon, juga berharap kepada semua KSH untuk selalu rukun dan kompak dalam menjalankan tugas-tugas sosial dan kemanusiaannya.

“Tetap semangat dalam menjalankan tugas yang diberikan, tetap kompak dan rukun.Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan kesehatan dalam menjalankan tugas-tugas sosial dan kemanusiaan yang KSH emban,” tandas beliau.

Selanjutnya acara diisi oleh Bidan Enik Winarsih, selaku nara sumber sekaligus koordinator imunisasi dari UPTD Puskesmas Kedurus.

Wanita berparas ayu ini dengan cermat dan lugas memaparkan mengenai KIPI, dengan harapan KSH di wilayah Kelurahan Kebraon sebagai garda terdepan di masyarakat dapat menampung dan menjembatani tersampaikannya keluhan-keluhan dari individu, keluarga dan orang tua Bayi atu balita pasca pelayanan atau tindakan imunisasi.

Bidan Enik menerangkan,
KIPI adalah kejadian ikutan yang berhubungan dengan pelayanan atau pemberian imunisasi, baik berupa reaksi pasca tindakan vaksinasi ataupun efek simpang, toksisitas, reaksi sensitivitas, efek farmakologis atau kesalahan program, koinsidensi, reaksi suntikan atau hubungan kausal yang tidak dan belum dapat ditentukan.

“Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah suatu kejadian sakit (keluhan) yang terjadi setelah menerima tindakan atau pelayanan imunisasi, yang diduga disebabkan oleh imunisasi,” paparnya.

Dengan adanya Pelaporan KIPI diharapkan dapat meningkatkan aspek keamanan vaksin dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap vaksin atau imunisasi,
Oleh karena itu, diharapan KIPI dapat dilaporkan sesuai wilayahnya masing-masing.

“KIPI perlu dilaporkan, supaya dapat diinvestigasi lebih lanjut, sehingga tindakan korektif dan perbaikan dapat dilakukan,” tandasnya.

“Diharapkan dan sangat diperlukan adanya peran serta para KSH dalam pemantauan KIPI.Salah satu bentuk nyatanya pada saat pelaksanaan kegiatan Posyandu, dengan menggali atau menanyakan secara langsung kepada para orang tua bayi atau balita perihal keluhan yang dialami pasca anaknya mendapat pelayanan imunisasi,” terangnya.

Wanita yang dikaruniai empat putri ini berharap, dengan adanya sosialisasi KIPI, permasalahan-permasalahan yang ada pasca pelayanan imunisasi dengan cepat dan tepat bisa segera direspon, dievaluasi dan dianalisis untuk mengidentifikasinya dengan melaksanakan kegiatan investigasi KIPI.

“Sosialisasi KIPI ini disampaikan dengan harapan bisa dipahami, dimengerti dan bisa diimplementasikan untuk kebutuhan pelaporan kepada Dinas Kesehatan Kota, diteruskan kepada Dinas Kesehatan Propinsi melalui web keamanan vaksin.

Diharapkan bisa dilaporkan secepatnya agar keputusan dalam pengambilan tindakan atau pelacakan dapat dilakukan sesegera mungkin, tutup wanita kelahiran 1978 ini.(ila)

baca juga :

Sambut Hari Ulang Tahun ke-57, Partai Golkar Gelar Lomba Catur

Redaksi Ekspos Jatim

Sebanyak 10 Tempat Wisata Ngawi telah Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

adminjatim1

Dinsos Surabaya Bantah ada Disabilitas tak Pernah dapat Bansos

adminjatim1